HISTORY

KESDAM V / BRAWIJAYA
Pertumbuhan Badan Keamanan Rakyat.Pada tanggal 22 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengumumkan tentang pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR). Sesaat setelah pengumuman ini pemuda – pemuda militan bekas Peta, HEIHO dan pemuda – pemuda lainnya di semua daerah Jawa Timur menyusun diri dalam BKR, dan yang tidak tersusun dalam BKR, bergabung dalam Badan – badan Kelaskaran Bersenjata.
Badan Keamanan Rakyat menjadi Tentara Keamanan Rakyat.Pada tanggal 5 Oktober 1945 Badan Keamanan Rakyat diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Dengan pertumbuhan TKR ini, satuan – satuan BKR yang ada di Jawa Timur di susun dalam 3 Divisi, yaitu Divisi VI, Divisi VII dan Divisi VIII.
Tentara Keamanan Rakyat menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Pada tanggal 7 Januari 1946 Tentara Keamanan Rakyat di ubah menjadi Tentara Keselamatan Rakyat. Susunan Tentara Keselamatan Rakyat di Jawa Timur tetap 3 yaitu Divisi VI, Divisi VII, dan Divisi VIII.
Tentara Keselamatan Rakyat diubah menjadi Tentara Republik Indonesia. Pada tanggal 25 Januari 1946. Susunan Tentara Republik Indonesia di Jawa Timur terdiri 3 Divisi yaitu : Divisi VI, Divisi II dan Divisi VIII. Selanjutnya pada tanggal 5 Oktober 1946 nomor kode Divisi diubah dan diberi nomor :
Tentara Keselamatan Rakyat diubah menjadi Tentara Republik Indonesia. Pada tanggal 25 Januari 1946. Susunan Tentara Republik Indonesia di Jawa Timur terdiri 3 Divisi yaitu : Divisi VI, Divisi II dan Divisi VIII. Selanjutnya pada tanggal 5 Oktober 1946 nomor kode Divisi diubah dan diberi nomor :
- Divisi VII menjadi Divisi V/Ronggolawe.
- Divisi VI menjadi Divisi VI/Narotama.
- Divisi VIII menjadi Divisi VII/Suropati.
Tentara Republik Indonesia (TRI) diubah menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).Pada tanggal 3 Juli 1947. Susunan TNI di JawaTimur tetap 3 Divisi yaitu Divisi V/Ronggolawe, Divisi VI/Narotama, Divisi VII/Suropati. Dengan pembentukan TNI ini semua satuan yang tergabung dalam Badan Kelaskaran Bersenjata secara selektif diwadahai dalam wadah baru TNI.
Pembentukan TNI Divisi I Jawa Timur.Pada tanggal 17 Desember 1948, 3 Divisi TNI yang ada di Jawa Timur diadakan reorganisasi dan di jadikan satu Divisi. Divisi tersebut disahkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Nomor 4/532/48 tanggal 25 Oktober 1948 dan diberi sebutan TNI Divisi I Jawa Timur.
Menjadi T & T V Jawa Timur.Sesuai Instruksi Kasad Nomor 62/ KSAD / INSTR/50 bulan Agustus 1950 sebagai usaha penyesuaian terhadap penetapan Kasad Nomor83/KSAD/Pnt/50 tanggal 20 Juni 1950 tentang pembagian daerah militer Indonesia atas 7 teritorium maka mulai tanggal 1 September 1950 daerah militer di Jawa Timur disebut Tentara dan Teritorium V Jawa Timur ( TT V Jawa Timur).
Penetapan sebutan Brawijaya pada tanggal 17 Desember 1951 “ TNI Divisi I Jawa Timur “ di beri nama Divisi I Brawijaya adalah suatu wangsa atau dinasti yang telah berhasil membentuk dan menyatukan wilayah Nusantara, Bra atau Bhre adalah gelar kehormatan yang diberikan kepada Wijaya pemuda dari dinasti Majapahit ( Dinasti Brawijaya ). Penokohan Brawijaya bagi warga TNI Divisi I Jawa Timur adalah sebagai penalurian terhadap sifat – sifat Keprajuritan, Keperwiraan, Kepemimpinan dan peranannya dalam Sejarah Nasional.Dan yang lebih dari semua itu adalah pengabdiannya yang telah dapat menyatukan Bangsa Indonesia di seluruh Nusantara.Dengan penalurian warga TNI Divisi I Jawa Timur adalah pendukung dan Penerus pengabdian Brawijaya.
PERTUMBUHAN KESDAM V/BRAWIJAYA
Pertumbuhan Kesdam V/Brawijaya tidak terlepas dari pertumbuhan Kodam V/Brawijaya.Pada tanggal 5 Oktober 1945 Badan Keamanan Rakyat (BKR)diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR).Dengan pertumbuhan TKR ini satuan-satuan BKR yang ada di Jawa Timur disusun menjadi 3 Divisi yaitu
- Divisi VI yang dipimpin oleh Jenderal Mayor Soediro dan di tetapkan sebagai dokter Divisi adalah Dr. Koesen Hirohoesodo. Divisi VI adalah bertanggung jawab di daerah Madiun dan Kediri
- Divisi VII pada waktu itu yang bertanggung jawab di daerah Bojonegoro, Surabaya dan Madiun. Dokter Divisi yang pertama adalah Dr. Irsan Radjamin.
- Divisi VIII yang di pimpin oleh Jenderal Mayor Imam Soedja’i, meliputi daerah Malang dan Besuki. DKT Divisi dipimpin oleh Dr. Muhamad Imam yang di bantu oleh Dr. Wijono
Menjelang berakhirnya perang kemerdekaan II telah di lakukan penggabungan Divisi Narotama, Divisi Ronggolawe dan Divisi Suropati yaitu pada tanggal 17 Desember 1948 menjadi Divisi I Jawa Timur.Dengan perubahan tersebut satuan kesehatan di Jawa Timur juga mengalami perubahan menjadi DKT Divisi I Jawa Timur .Markas DKT Divisi I Jawa Timur semula berlokasi di Desa Nglijuk dengan Kepala kesehatan dijabat oleh Letkol Dr. Soepono Hadi. Menjelang penyerahan kedaulatan Desember 1949, berangsur-angsur Staf Kesehatan Divisi I Jawa Timur berpindah ke Surabaya, mula-mula Jl.Karangmenjangan Surabaya kemudian pertengahan 1950 DKT Divisi I Jawa Timur berpindah ke Jl. Tamrin Surabaya.
Pada permulaan tahun 1950 Kepala DKT Divisi I diganti oleh Letkol Dr. Moch Tarekat Prawirowijoto. Bulan September 1950 daerah Militer Jawa Timur yang semula dengan sebutan Divisi I Jawa Timur berubah menjadi Tentara dan Teritorium V Jawa Timur ( T T V / Jawa Timur) Dengan perubahan tersebut, maka sebutan DKT Divisi I Jawa Timur juga mengalami perubahan menjadi DKT T.T V / Jawa Timur. Pada tanggal 17 Desember 1951 sebutan Daerah Militer Jawa Timur mengalami perubahan yang semula dengan sebutan Tentara dan Teritorium V/ Jawa Timur menjadi T & T V / Brawijaya.Dengan perubahan tersebut , maka DKT T.T V / Jawa Timur berubah menjadi DKT T& T V / Brawijaya.Tahun 1951 Markas DKT T & T V/Brawijaya di pindahkan dari Surabaya ke Malang, mula-mula di Jl. Pemandian Malang.
Pada tahun 1955 dilaksanakan serah terima jabatan DKT T & T V/Brawijaya dari Letkol Dr. Moch. Tarekat Prawirowijoto kepada penggantinya Letkol Dr. Ali Basah Saleh, sesuai keputusan Kesad NomorKPTS-952/X/1959 tanggal 9 Oktober 1959 sebutan T & T V/Brawijaya diubah menjadi Kodam VIII/Brawijaya.Dengan perubahan tersebut sebutan DKT T & T VIII/Brawijaya berubah menjadi Kesdam V/Brawijaya. Demikian pula sebutan Kepala DKT T & T V/Brawijaya menjadi Pa Kesdam V/Brawijaya di pindahkan ke Jl. Pattimura No. 1 Malang
Sesuai Keputusan Kasad Nomor Kep/4/I/1985 tanggal 12 Januari 1985, sebutan Kodam VIII/Brawijaya diubah menjadi Kodam V/Brawijaya. Dengan adanya perubahan tersebut Kesdam VIII/Brawijaya mengalami perubahan menjadi Kesdam V/Brawijaya, pada waktu itu di jabat oleh Kolonel CKM Dr. Toerseno Winarko A (alm).
PARA PEJABAT
KAKESDAM V/BRAWIJAYA

Letkol dr. Irsan Panusunan Radjamin
1945 – 1947

Letkol dr. Soepono Hadi
1947 – 1950

Letkol dr. Moch Tarekat Prawirowijoto
1950 – 1955

Letkol dr. Ali Basah Saleh
1955 – 1960

Brigjen dr. Sambijono
1960 – 1963

Kolonel dr. Abdullah
1963 – 1964

Brigjen dr. Moehardono
1964 – 1971

Brigjen dr. Piet Mamahit
1971 – 1973

Kolonel dr. Syamsul Maarif
1973 – 1975

Kolonel dr. Sam Pakpahan
1975 – 1975

Kolonel dr. P. Pasaribu
1975 – 1978

Kolonel dr. Soemedi
1978 – 1983

Kolonel dr. Poernomo Kasidi
1983 – 1984

Kolonel dr. Toerseno Winarko A
1984 – 1989

Kolonel Ckm drg. Ertono Soekardjo, Msc
1989 – 1994

Kolonel Ckmdr. Sumadi Abdullah,Sp.B
1994 – 1996

Kolonel Ckm dr. Suharyoto
1996 – 1999

Kolonel Ckm dr. Wahyu Karno
1999 – 2001

Kolonel Ckm dr. Sofyan Malik
2001 – 2002

Kolonel Ckm dr. Chaidir Karnanda, Sp.PD
2002 s.d Juli 2006

Kolonel Ckm dr. Murthado Sani, Sp.JP
Juli 2006 s.d April 2008

Kolonel Ckm drg. Pangestu
Mei 2008 s.d Mei 2010

Kolonel Ckm dr. Syaffarman Rusli
Mei 2010 s.d Maret 2011

Kolonel Ckm drg. Adieb Indradjaja, MARS
Maret 2011 s.d Oktober 2012

Kolonel Ckm dr. Dwi Bambang Ari Wibowo
Oktober 2012 s.d Juni 2015

Kolonel Ckm dr. Nirawan Putranto, Sp.M
Juni 2015 s.d Desember 2016

Kolonel Ckm dr. Fauji Arif, M.M.
Des 2016 s.d Des 2017

Kolonel Ckm dr. Moh. Arif Hariyanto, Sp.B
2018 – Oktober 2020

Kolonel Ckm dr. Djanuar Fitriadi, Sp.B
Nov 2020 s.d Nov 2022

Kolonel Ckm dr. Deddy Firmansyah, Sp.OT
Nov 2022 s.d Juli 2023

Kolonel Ckm dr. Adhy Sugih Arto, Sp.An.
Juli 2023 s.d Desember 2024

Kolonel Ckm dr. Ketut Mahendera Barata, Sp. An-TI., Subsp TI (K)
Desember 2024 s.d Januari 2026

Kolonel Ckm dr. Zainal Alim, Sp.OG.
Januari 2026 – Sekarang
